Friday, April 25, 2008



Baru sekitar 3 minggu yang lalu , PLRT Indonesia terjatuh dari lantai 4 di Bishan street 12 Singapore. Dia (PLRT itu) di ketahui sedang membersihkan Jendela. Laporan dari Kedutaan Indonesia di Singapora sudah ada 4 kejadian yang sama pada tahun lalu, dan 6 di tahun 2006 kata seorang sumber Kedutaan....


Depnaker Singapore berusaha untuk mengurangi jumlah kejadian yang sama, dengan memberikan latuhan pada PLRT yang baru datang di Singapura, dan latuhan itu membuat mereka punya hak untuk menolak melakukan sesuatu yang membahayakan keselamatan dirinya.
Depnaker Singapura juga melakukan beberapa interview dengan PLRT Baik dari Indonesia, Philiphinas, Myanmar, dll negara, serta menerbitkan newsletter, semacam buletin tentang keselamatan kerja 2 kali dalam setahun.dan serta memberikan bimbingan pada majikan juga.
Cara yg di gunakan Depnaker Singapura sepertinya berjalan. ini terbukti dari angka kematian PLRT di Singapura menurun dari jumlah 35 dalam 6 sampai 25 tahun lalu.
Majikan yang terbukti bersalah akan di kenakan denda S$5000 (Rp.32.500.000) dengan kurs Rp.6500 dan di penjara selama lamanya 6 bulan.
Depnaker Singapura juga menyediakan telpon bebas pulsa, untuk PLRT yang punya masalah 1800-339-5505.
Sebelumnya tidak banyak PLRT yang melaporkan sesuatu pada Depnaker atau media, ataupun Organisasi imigrant. mengenai keselamatan dalam pekerjaan.
saat ini semakin marak masyarakat yang melaporkan, bukan hanya PLRT itu sendiri.
sources: The Straits Times


Read More......

Wednesday, April 23, 2008

Kabar Terbaru PLRT di Singapore


Kabar tentang kejadian penangkapan PLRT asal Indonesia, pada tahun lalu yang saat ini mulai di sidangkan, Tri Lestari (24 thn) asal Indonesia menjadi terdakwa pembunuhan atas majikannya Madam Choy Ah Moy (70 thn) di kediamannya di jalan Membina Flat pada Agustus lalu. Tri yang bakalan di jatuhi hukuman gantung oleh pemerintah Singapura, diringankan menjadi........ Source:The Straits Time

Tri yang bakalan di jatuhi hukuman gantung oleh pemerintah Singapura, diringankan menjadi tahanan saja, keputusan yang di ambil berdasarkan laporan kestabilan mental pada Tri.
Dia(Tri) menekan bantal ke sekitar wajah Madam Choy di kediamannya sekitar jam 1.15 pagi dan 9.05 pagi.
Hakim dalam sidang tersebut memutuskan kalo dalam kasus ini, ada dasar yang cukup untuk Tri melakukan kejahatannya
Tri yang saat kejadian itu baru saja di kontrak oleh majikannya untuk merawat Madam Choy, Tri yang hanya 10 hari saja bekerja di keluarga Madam Choy, Orang tua itu sudah di temukan meninggal oleh anak lelaki Madam Choy di kamarya.
Tri di tangkap kepolisian semalam kemudian.
Kedutaan Indonesia sangat terkejut setelah dibacakannya hasil sidang kemarin (20/04)
Deputy Public Prosecuter Jean Kua mengatakan proses persekusion itu akan membutuhkan 45 saksi untuk membuktikan kasus tersebut.
Pengacara Mohamed Muzammil Mohamed adalah pengacara PLRT terdakwa (Tri), dan tak ada rencana yang terdaftar dalam kasus Tri, tapi A pre Trial Conference akan di laksanakan pada 29 april in.





Read More......

Thursday, April 17, 2008

Indonesian Maids in Singapore

Women constitute seventy per cent of the estimated four million migrant workers who come from Indonesia. Their voices must be heard. Only by listening to their voices can we see that these women are after all individuals, with their own aspirations and potential.
Kebanyakan Mereka tinggal sebagai FDW ato TkW di Timur tengah,HongKong, Taiwan Dan Singapore, beberapa tahun silam sekitar tahun 1990 an...

Beberapa tahun silam sekitar tahun 1990 an. Timur Tengah menjadi idola tujuan TKW Indonesia, meski banyak kejadian yg menimpa, tapi tetep menjadi idola.
Kembali pada Tahun 2000 Hongkong yg jadi primadona destination. Yang sebelum kamu bisa ke Hongkong paling tidak kamu harus ad apemgalam kerja dolo selama 2 tahun, Singapore yang jadi pilihan. so.. Singapore menjadi tujuan awal untuk TKW yang baru saja belajar bekerja.
Mereka datang dari berbagai penjuru indonesia, meski kebanyakan dari pulau jawa.
Memasuki Singapore lewat PJTKI di Jakarta dan di Batam yang Linker ke Agency di Singapore.
Aku sendiri memilih Singapore menjadi destinasi aku selanjutnya, karena kau pengen tahu bangaimana setelah 2 tahun di Hongkong
Menjadi TKW ato FDW di Singapore gak gampang, banyak dari mereka bahkan aku sendiri tidak mendapatkan hari libur setiap hari minggunya.
Bagaimanapun juga ketidak-adilan yang terjadi pada para TKW itu tetep ada. meski banyak para TKW itu pulang kampung dengan membawa banyak uang, sawah yg luas, rumah yang mewah, menyekolahkan anak sampai lulus universitas, meskipun TKW itu hidup susah di rantau. kerja sebagai pelaksana kerja rumah tangga yang notabene adalah unskill workers ( tanpa keahlian yang istemewa), dan sebagai wanita, kebanyakan mereka di perlakukan tidak hormat.

AKu dan para TKW laen gak menuntut untuk di hormati, hanya hargai kerja kami tidak dengan kata-kata tapi wujudkan dengan sikap yang nyata.

Read More......

Thursday, April 10, 2008

Sabtu siang itu aku mengantar cucu bossku latihan Golf di salah satu club milik pemerintah Singapura SAFRA Resort/ NSRCC (National Service Resort Country Club)
Club yang menyediakan Fasilitas lengkap untuk anggotanya mulai dari Kasino, Bowling, Golf Restourant dan masih banyak lagi pokoknya lengkap yang penting daftar jadi member, kita bisa nikmati semua fasitas yang ada.
Back to my cerita...........


Sabtu, panas banget hari itu jam 2.3o waktu Singapore, beda 1 jam aja dari WIB, aku sama cucu bosku namanya Clarice, cewek umurnya masih 6 thn. pergi lebih awal, padahal latihan golfnya masih jam 3 sore nanti, tapi kasih Clarice main dolo, soalnya deket tempat latihan ada playgrounds, tempat main anak-anak,.
Kala Clarice main seneng banget, akunya duduk manis sambil main HP, itu adalah salah satu fasilitas yang di beri oleh boss ku, beruntung banget ya saat aku ngobrol di telp ama temen aku, tiba-tiba ada yang nyapa, "Mbak Indonesia ya?"
O iya sapaan seperti di atas tuch adalah awal sapaan buat kami yang gak saling kenal di negara orang lain, ( heheh) dimana aja, sapaan itu kalo kita udah tahu yang mau di sapa pake bahasa Indonesia, kalo gak pasti " Are you Indonesian or Philipinas?", itu sapaan perkenalan sebelum kita ngobrol ngalor ngidul ( kalo gak ada bos yang marah sih ) lanjut pada sapaan cewek tadi.....
"iya" jawab aku, pas aku lihat dari raut wajah nya yang celingukan kayak orang mau nyuri gitu ( weleh) aku tanya balik ke dia "Kamu napa sih? kok takut gitu wajah kamu, kayak mau apa aja kamu nih", dia bilang "takut ada majikan aku mbak, soalnya beliaunya ya si boss dia tuch gak mengizinkan pekerja nya ngobrol ama yang lain apalagi kalo masih baru beberapa bulan kayak cewek yang nyapa aku itu.
Cewek itu posturnya kecil, hitam rambutnya ikal, (dan lebih ikal dari rambut aku heheheh ) asalnya dari NTB, namanya TINCE. busyet langsung aja aku inget ama judul lagunya om Iwan Fals, Tince Sukarti ( LOL).
Mak Tince bilangbaru 2 4 bulan kerja di Singapore, dan selama itu pula belom di izinkan untuk telpon ato kirim kabar ke keluarga di Indonesia, sedih banget pikirku, udah dech tak pinjemin HP aku, habis aku inget pada waktu aku baru nyampe di Singapore juga.
Pas lagi asyik-asyiknya ngobrol di telp tiba-tiba aja dia bilang "Mbak ini HP na lom tak matiin soalnya ada bossku dateng"
mbak Tince lansung aja nyelonong gak permisi,( eh kayak apa aja ya nyelonong LOL )dan kalo udah ada boss di sekitar kita aku dan mbak Tince ato sapa aja yang jadi TKW pasti jadi orang asing banget meskipun kita udah saling mengenal, bener-bener stranger dech, alias orang asing LOL.
Cerita itu riska alamin sendiri pas ketemu sesaman TKW di jalan ama bossnya wkwkw jadi dech orang yang gak kenal. daripada kena marah ama boss, bisa aja langsung di pulangin ke Indonesia, mending diem hehehe
jadi kalo mahasiswa turun di jalan, TKW napa Gak biar kami TKW ini dikit di hargai sesama Manusia yang butuh kebebasan apa aja.



Read More......

Saturday, April 5, 2008

How Indonesian Goverment Policy , buat WNI, khususnya TKW/TKI

Sebenarnya saya sendiri kurang yakin dengan apa yang saya tulis, tapi saya mencoba , untuk berbagi dengan para pembaca, dari apa yang saya liat dan baca , juga saya denger dari cerita mbak-mbak, dan temen-temen, yang bertemu dengan saya pas saya liburan.
Dan mereka banyak cerita tentang dukungan pemerintah Indonesia kepada kami TKW/TKI,.
Pada dasarna mungkin pemerintah Indonesia banyak mendukung mereka, namun hanya di luarnya saja, kenyataannya masih jauh sekali dari kebenaran, kalo lah para TKW/TKI itu gak ada masalah ya gak apa-apa, tapi kalo sudah bermasalah baru akan terlihat bagaimana pemerintah yang menjadi kedutaan di negara yang bersangkutan yang punya tugas. Apalagi TKW itu masalahnya berat dan nantinya akan berimbas pada kebijakan-kebijakan bilateral, itu sudah pasti akan terlihat dukungan pemerintah sebarapa, disini saya tidak bermaksud untuk menyalahkan pemerintah Indonesia, tapi hanya mengingatkan bahwa ada oknum-oknum yg tidak bertanggung-jawab yang akhirnya merusak nama baik negara.
Contoh masalah yang terjadi pada para TKW yang kecil saja, masalah kontrak kerja, masalah sepele tapi sangat berat bagi TKW.
kenapa saya bilang berat, karena pada awal penandatanganan kontrak kerja, kebanyakan para calon TKW itu tidak di ijinkan untuk membaca isi dari kontrak kerja yang sebenarnya. disini mungkin karena ada Agency yang mengatur. tapi dampaknya pada TKW sangat berat. mereka tidak tahu apa isi surat yang mereka tanda tangani.
Contoh yang lain, masih ingat masalah mbak Ceriyati di malaysia beberapa tahun silam? pemerintah baru akan membantu kalo masalh yang terjadi pada TKW itu sudah bombing , alias udah jadi headlines di beberapa koran, masyarakat sudah tahu apa yg terjadi baru pihak pemerintah disini adalah tugas kedutaan, baru akan bertindak, memberikan dukungan penuh, dan berbagai cara untuk menyelesaikan masalah yg terjadi, tapi akhirnya , tersangka bisa terbebas. dan korban gak dapet apa-apa. coba bayangkan berapa banyak kasus TKW yang gak jadi berita, sudah pasti dukungan pemerintah itu hanya sekedarnya saja.
kalo di banding dengan apa yg saya dengar, dukungan pemerintah indonesia, masih sangat kurang sekali di banding dengan dukungan pemerintah negara tetangga kita. yang punya TKW banyak sekali, PHILIPINAs dukungan pemerintah mereka sangat besar sekali, bahkan mereka menyediakan fasilitas yang khusus untuk menangani pekerja mereka yang ada di luar negeri. saya kira bukan hanya saya yang mengakui betapa besar dukungan pemerintah PHILIPINAs dari pada negara INDONESIA. bukannya saya dan temen-temen sesama TKW gak cinta Indonesia, hanya kami merasa kecewa dengan Indonesian Goverment policy pada para TKW kita. kami, saya dan teman-teman yang lain butuh sekali dukungan pemerintah Indonesia untuk melindungi kami, agar kami merasa aman, mengingat posisi kami sebagai unskill workers, atau pekerja yang gak punya keahlian khusus. yang ada di posisi paling bawah.
Terima kasih pada para pembaca, semoga berguna untuk semua.
doakan saya agar terus bisa memberi cerita-cerita seputar TKW kita. Amin

Read More......